Lewati ke konten
Behind The Cloud
BelajarSeriQuizLeaderboard
Behind The Cloud

Pahami bagaimana sistem cloud benar-benar dibangun.

Belajar
  • Belajar
  • Seri
Legal
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Layanan
© 2026 Behind The Cloud.
BerandaBelajarAWS Well-Architected Design Principles: Complete Beginner Checklist
Cloud Architecture

AWS Well-Architected Design Principles: Complete Beginner Checklist

Checklist lengkap design principles AWS Well-Architected Framework untuk pemula, berdasarkan Module 9 Cloud Architecture.

PenulisJoshua Christopher Gunawan
Terbit10 Juni 2026

Artikel sebelumnya membahas apa itu AWS Well-Architected Framework dan enam pilarnya. Di artikel ini, kita fokus ke design principles.

Design principles adalah prinsip desain yang membantu kita mengambil keputusan arsitektur yang lebih baik.

Kalau enam pilar adalah "area kualitas", maka design principles adalah "cara berpikir" untuk mencapai kualitas tersebut.


Ringkasan enam pilar

PilarFokus utama
Operational ExcellenceMenjalankan, memantau, dan terus memperbaiki sistem
SecurityMelindungi informasi, sistem, dan aset
ReliabilityPulih dari kegagalan dan mengurangi gangguan
Performance EfficiencyMemakai resource secara efisien untuk memenuhi kebutuhan performa
Cost OptimizationMenghindari biaya yang tidak perlu
SustainabilityMengurangi pemborosan resource dan dampak lingkungan

Operational Excellence design principles

Operational Excellence berfokus pada operasi harian sistem.

Perform operations as code

Jangan melakukan semua operasi secara manual.

Contoh manual:

  • klik-klik console untuk membuat server,
  • konfigurasi security group satu per satu,
  • deploy aplikasi dengan copy file manual.

Contoh operations as code:

  • infrastruktur dibuat dengan AWS CloudFormation atau AWS CDK,
  • deployment dibuat dengan pipeline,
  • konfigurasi disimpan di repository.

Manfaat:

  • lebih konsisten,
  • mudah diulang,
  • lebih mudah diaudit,
  • lebih sedikit human error.

Make frequent, small, reversible changes

Perubahan kecil lebih aman daripada perubahan besar.

Daripada deploy 30 fitur sekaligus, lebih baik deploy bertahap.

Jika ada error, rollback juga lebih mudah.

Refine operations procedures frequently

Prosedur operasional harus terus diperbaiki.

Contoh:

  • setelah insiden, update runbook,
  • setelah deployment gagal, perbaiki pipeline,
  • setelah alarm terlalu banyak false positive, tuning alarm.

Anticipate failure

Jangan menunggu sistem gagal baru berpikir.

Sejak desain awal, tanyakan:

  • kalau instance mati, apa yang terjadi?
  • kalau database gagal, apa rencana recovery?
  • kalau deployment error, bagaimana rollback?

Learn from all operational events and failures

Setiap kegagalan adalah data untuk improvement.

Setelah insiden, lakukan post-incident review:

  • apa yang terjadi,
  • apa dampaknya,
  • bagaimana deteksinya,
  • bagaimana mempercepat recovery,
  • bagaimana mencegah kejadian serupa.

Security design principles

Security berfokus pada perlindungan sistem dan data.

Implement a strong identity foundation

Identitas adalah fondasi keamanan.

Best practice:

  • aktifkan MFA,
  • jangan gunakan root account untuk aktivitas harian,
  • gunakan IAM role,
  • terapkan least privilege,
  • audit permission secara rutin.

Enable traceability

Aktivitas penting harus bisa dilacak.

Contoh:

  • siapa menghapus bucket,
  • siapa mengubah security group,
  • siapa membuat access key,
  • dari mana request API dilakukan.

Gunakan AWS CloudTrail, CloudWatch Logs, dan AWS Config.

Apply security at all layers

Security tidak cukup hanya di satu tempat.

Lapisan keamanan bisa mencakup:

  • network security,
  • compute security,
  • application security,
  • identity security,
  • data encryption,
  • monitoring dan detection.

Automate security best practices

Semakin banyak proses security manual, semakin besar risiko human error.

Contoh automation:

  • otomatis menandai S3 bucket public,
  • otomatis menolak security group 0.0.0.0/0 untuk port sensitif,
  • otomatis rotate secrets,
  • otomatis scan vulnerability.

Protect data in transit and at rest

Data harus dilindungi saat:

  • in transit: sedang dikirim melalui network,
  • at rest: sedang disimpan di storage atau database.

Contoh:

  • HTTPS/TLS untuk data in transit,
  • AWS KMS untuk encryption at rest,
  • S3 default encryption,
  • EBS encryption,
  • RDS encryption.

Keep people away from data

Akses langsung manusia ke data sensitif harus diminimalkan.

Gunakan:

  • role-based access,
  • temporary credentials,
  • automation,
  • audit log,
  • masking atau tokenization jika perlu.

Prepare for security events

Security incident bisa terjadi.

Siapkan:

  • incident response plan,
  • daftar kontak penting,
  • runbook,
  • logging,
  • backup,
  • simulasi respons insiden.

Reliability design principles

Reliability memastikan workload bisa menjalankan fungsi dengan benar dan pulih dari kegagalan.

Automatically recover from failure

Sistem harus bisa mendeteksi masalah dan pulih otomatis.

Contoh:

  • Auto Scaling mengganti EC2 yang unhealthy,
  • Route 53 health check mengalihkan traffic,
  • RDS Multi-AZ melakukan failover.

Test recovery procedures

Backup tidak berguna kalau tidak pernah diuji.

Uji secara berkala:

  • restore database,
  • failover aplikasi,
  • rollback deployment,
  • disaster recovery simulation.

Scale horizontally

Daripada memakai satu server besar, gunakan beberapa server kecil.

Keuntungannya:

  • lebih mudah scale,
  • lebih tahan kegagalan,
  • lebih fleksibel.

Stop guessing capacity

Jangan menebak-nebak kapasitas.

Gunakan:

  • monitoring,
  • metrics,
  • Auto Scaling,
  • load testing,
  • capacity planning berbasis data.

Manage change in automation

Perubahan manual rentan error.

Gunakan Infrastructure as Code dan pipeline agar perubahan bisa dilakukan konsisten.


Performance Efficiency design principles

Performance Efficiency berarti memilih resource yang tepat untuk kebutuhan workload.

Democratize advanced technologies

AWS menyediakan teknologi canggih sebagai managed service.

Contoh:

  • database managed dengan Amazon RDS,
  • AI/ML dengan Amazon Bedrock atau SageMaker,
  • analytics dengan Amazon Athena,
  • caching dengan ElastiCache.

Kita tidak perlu membangun semuanya dari nol.

Go global in minutes

Dengan AWS Region, Availability Zone, dan edge network, aplikasi bisa menjangkau user global lebih cepat.

Contoh:

  • CloudFront untuk content delivery,
  • Route 53 untuk DNS,
  • deployment multi-region jika dibutuhkan.

Use serverless architectures

Serverless cocok jika kamu ingin fokus ke kode dan business logic, bukan mengelola server.

Contoh:

  • AWS Lambda,
  • Amazon API Gateway,
  • Amazon DynamoDB,
  • Amazon S3 event notification.

Experiment more often

Cloud membuat eksperimen lebih murah dan cepat.

Kamu bisa:

  • mencoba instance type berbeda,
  • melakukan A/B testing,
  • mencoba database berbeda,
  • membuat prototype lalu menghapusnya.

Consider mechanical sympathy

Pahami cara kerja teknologi agar tidak salah memilih solusi.

Contoh:

  • workload read-heavy mungkin cocok dengan caching,
  • workload event-driven mungkin cocok dengan serverless,
  • workload relational transaction cocok dengan RDS,
  • workload key-value high scale bisa cocok dengan DynamoDB.

Cost Optimization design principles

Cost Optimization berarti menghindari biaya yang tidak perlu.

Implement Cloud Financial Management

Biaya cloud harus dikelola secara aktif.

Contoh:

  • membuat budget,
  • menandai resource dengan tag,
  • memantau cost per project,
  • review biaya rutin.

Adopt a consumption model

Cloud memakai model pay-as-you-go.

Manfaatnya:

  • tidak perlu membeli server di awal,
  • bisa scale up/down,
  • bayar sesuai penggunaan.

Tapi kalau resource tidak dimatikan, biaya tetap berjalan.

Measure overall efficiency

Ukur apakah biaya sebanding dengan hasil.

Contoh:

  • biaya per request,
  • biaya per order,
  • biaya per user aktif,
  • biaya per GB data diproses.

Stop spending money on undifferentiated heavy lifting

Jangan menghabiskan energi untuk pekerjaan infrastruktur yang tidak membedakan bisnis kamu.

Contoh:

Daripada mengelola database sendiri di EC2, gunakan Amazon RDS jika cocok.

Analyze and attribute expenditure

Pastikan kamu tahu biaya datang dari mana.

Gunakan:

  • tags,
  • AWS Cost Explorer,
  • AWS Budgets,
  • cost allocation reports.

Checklist review cepat

PilarChecklist
Operational ExcellenceApakah deployment bisa diulang dan rollback mudah?
SecurityApakah root MFA aktif dan permission least privilege?
ReliabilityApakah sistem punya backup, failover, dan recovery test?
Performance EfficiencyApakah resource dipilih berdasarkan kebutuhan workload?
Cost OptimizationApakah ada resource idle, overprovisioned, atau tidak terpakai?
SustainabilityApakah resource digunakan seperlunya dan tidak boros?

Kesimpulan

Design principles membantu kita berpikir seperti cloud architect.

Bukan hanya:

"Pakai layanan AWS apa?"

Tapi:

"Kenapa layanan itu dipilih, risiko apa yang muncul, dan bagaimana desain ini bisa diperbaiki?"

Jika kamu memahami design principles, kamu akan lebih mudah membaca arsitektur cloud, menemukan kelemahannya, dan mengusulkan improvement yang masuk akal.

Di halaman ini
  • 1Ringkasan enam pilar
  • 2Operational Excellence design principles
  • 2.1Perform operations as code
  • 2.2Make frequent, small, reversible changes
  • 2.3Refine operations procedures frequently
  • 2.4Anticipate failure
  • 2.5Learn from all operational events and failures
  • 3Security design principles
  • 3.1Implement a strong identity foundation
  • 3.2Enable traceability
  • 3.3Apply security at all layers
  • 3.4Automate security best practices
  • 3.5Protect data in transit and at rest
  • 3.6Keep people away from data
  • 3.7Prepare for security events
  • 4Reliability design principles
  • 4.1Automatically recover from failure
  • 4.2Test recovery procedures
  • 4.3Scale horizontally
  • 4.4Stop guessing capacity
  • 4.5Manage change in automation
  • 5Performance Efficiency design principles
  • 5.1Democratize advanced technologies
  • 5.2Go global in minutes
  • 5.3Use serverless architectures
  • 5.4Experiment more often
  • 5.5Consider mechanical sympathy
  • 6Cost Optimization design principles
  • 6.1Implement Cloud Financial Management
  • 6.2Adopt a consumption model
  • 6.3Measure overall efficiency
  • 6.4Stop spending money on undifferentiated heavy lifting
  • 6.5Analyze and attribute expenditure
  • 7Checklist review cepat
  • 7.1Kesimpulan