Lewati ke konten
Behind The Cloud
BelajarSeriQuizLeaderboard
Behind The Cloud

Pahami bagaimana sistem cloud benar-benar dibangun.

Belajar
  • Belajar
  • Seri
Legal
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Layanan
© 2026 Behind The Cloud.
BerandaBelajarAWS Well-Architected Framework
Cloud Architecture

AWS Well-Architected Framework

Catatan & Rangkuman Modul 9 Section 1

PenulisDemeter
Terbit7 Juni 2026

"To create, one must first question everything."

— Eileen Gray, Irish interior designer

Ketika membuat aplikasi web, biasanya ada beberapa pertanyaan yang bikin kita bingung & ragu. "Apakah fondasinya udah aman?", "Apakah ada cara yang lebih efisien buat ngebangun ini-itu?", "Berapa biayanya kira-kira?". Well fear not! Karena disini kamu akan membaca & memahami tentang salah satu layanan dari Amazon Web Service: AWS Well-Architected Framework.


To put it simply. Ini adalah sebuah panduan untuk merancang infrastruktur web yang:

  • - Aman (Secure)
  • - Berperforma tinggi (High-performing)
  • - Kuat (Resilient)
  • - Efisien (Efficient)

Framework ini memberikan kalian pendekatan yang konsisten untuk mengevaluasi dan mengimplementasikan design/arsitektur cloud kita. Nah, tanpa perlu meragukan manfaatnya, AWS memberikan kita sekumpulan best practices yang dikembangkan saat mereka mereview arsitektur client mereka.


6 Pilar AWS Well-Architected Framework

1. Operational Excellence (Deliver business value)

Pilar ini adalah cara kita menjalankan dan memantau sistem untuk memberikan nilai bisnis, serta terus memperbaiki & mengembangkan proses sistem dan alurnya. Maksudnya adalah bikin cara kerja kita lebih lancar dari hari ke hari. Misalnya, kalau tadinya update fitur website mengharuskan web kita mati (down) selama 1 jam, kita perbaiki prosesnya supaya fitur baru bisa rilis otomatis tanpa web-nya harus offline sama sekali.

  • Key Topic: Mengotomatisasi perubahan dan merespons berbagai event saat operasional.
  • Prinsip desain: Selalu belajar dari semua kegagalan dan peristiwa saat operasional.
  • (Event: Ini adalah kejadian-kejadian nyata yang terjadi saat sistem kita berjalan. Contohnya: lonjakan pengunjung tiba-tiba karena konten kita viral, ada notifikasi penyimpanan (storage) hampir penuh, atau sekadar proses backup data harian yang sedang berjalan.)

Security (Protect and monitor systems)

Pilar ini berfokus pada perlindungan informasi, sistem, dan aset sambil tetap memberikan nilai bisnis melalui risk assessments dan strategi mitigasi risiko. Apa itu risk assessments? Analoginya kaya menjaga rumah. risk assessment adalah mencari tahu jendela mana yang kuncinya rusak dan gampang dibobol maling.

  • Key Topic: Manajemen akses, serta melindungi kerahasiaan dan integritas data.
  • Prinsip desain: Melindungi data kita baik saat dipindahkan (in transit) maupun saat tersimpan (at rest).

3. Reliability (Recover from failure and mitigate disruption)

in a nutshell: Bagaimana memastikan sebuah workload (beban kerja) melakukan fungsinya dengan benar dan konsisten saat user membutuhkannya?

  • Key Topic: Perencanaan recovery, desain sistem yang terdistribusi dan meng-handle/mengatasi perubahan yang terjadi.
  • Prinsip desain: Kemampuan sistem untuk pulih dari kegagalan secara otomatis dan menguji prosedur pemulihan tersebut.
  • (Desain sistem yang terdistribusi: Daripada menaruh semua aplikasi dan data di dalam satu komputer/server yang besar (kalau server ini rusak, web kita mati total), kita memecahnya ke beberapa server kecil yang saling berkomunikasi. Ada server khusus ngurusin tampilan web, ada khusus nyimpen foto, ada khusus database. Kalau satu server rusak, server lain masih bisa cover kerjanya.)

4. Performance Efficiency (Use resources sparingly)

Fokusnya di penggunaan sumber daya komputasi dan IT se-efisien mungkin untuk memenuhi kebutuhan sistem dan menjaga efisiensi tersebut seiring perubahan teknologi dan permintaan user.

  • Key Topic: Memilih tipe dan ukuran sumber daya yang tepat sesuai kebutuhan dan dipantau kinerjanya.
  • Prinsip desain: Arsitekturnya serverless dan ngelakuin eksperimen lebih sering.
  • "Arsitektur serverless": bukan berarti beneran nggak pakai mesin, tapi kita nggak perlu lagi ngurusin beli, nyalain, nge-update, atau merawat server. Kita cukup tulis kode, unggah ke AWS, dan AWS yang akan mengatur semua mesinnya behind the scenes. Aand of course kita cuma bayar pas kode itu dijalanin aja. (Pay as you go)
  • "Melakukan eksperimen lebih sering": Karena di cloud bikin server itu mudah (cuma tinggal klik), kita bisa lebih berani mencoba fitur, desain baru, atau bahasa pemrograman baru. Kalau ternyata aplikasinya gagal atau fiturnya jelek, tinggal hapus dan matikan servernya hari itu juga tanpa pusing merugi udah telanjur beli komputer fisik yang mahal.

5. Cost Optimization (Eliminate unneeded expense)

Quite relevan dan penting biar danaMu tidak boncos. Menghindari biaya yang tidak perlu.

  • Key Topic: Mengontrol dan memahami ke mana uang kita digunakan, melakukan scaling untuk memenuhi kebutuhan bisnis tanpa pengeluaran berlebihan, dan tentunya memilih tipe dan banyaknya resource yang dibutuhkan.
  • Prinsip desain: Berhenti membuang uang untuk pekerjaan berat yang tidak memberi keuntungan untuk bisis kita.

6. Sustainability

Memastikan arsitektur yang sudah dibangun ramah lingkungan dan memperhatikan dampak jangka panjang. "Ramah Lingkungan?! Di dunia digital?!" Apa hubungannya web sama lingkungan? Mesin komputer dan server fisik itu butuh listrik yang sangat besar untuk menyala 24 jam nonstop, ditambah butuh AC mahal buat mendinginkan mesinnya. Semuanya menyumbang jejak karbon buat bumi kita. Di dunia web, "ramah lingkungan" artinya kita nulis kode yang efisien, meng-compress ukuran gambar/video di web, dan memakai server sesuai kebutuhan. Tujuannya agar kerja mesin lebih ringan, hemat listrik, dan akhirnya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Di halaman ini
  • 16 Pilar AWS Well-Architected Framework
  • 1.11. Operational Excellence (Deliver business value)
  • 1.2Security (Protect and monitor systems)
  • 1.33. Reliability (Recover from failure and mitigate disruption)
  • 1.44. Performance Efficiency (Use resources sparingly)
  • 1.55. Cost Optimization (Eliminate unneeded expense)
  • 1.66. Sustainability