Lewati ke konten
Behind The Cloud
BelajarSeriQuizLeaderboard
Behind The Cloud

Pahami bagaimana sistem cloud benar-benar dibangun.

Belajar
  • Belajar
  • Seri
Legal
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Layanan
© 2026 Behind The Cloud.
BerandaBelajarAWS Well-Architected Tool vs AWS Trusted Advisor
Cloud Architecture

AWS Well-Architected Tool vs AWS Trusted Advisor

Perbedaan AWS Well-Architected Tool dan AWS Trusted Advisor untuk memahami kapan memakai masing-masing tool dalam arsitektur AWS.

PenulisJoshua Christopher Gunawan
Terbit10 Juni 2026

AWS Well-Architected Tool dan AWS Trusted Advisor sama-sama membantu kita membangun environment AWS yang lebih baik.

Tapi keduanya tidak sama.

Kesalahan umum pemula:

"Kalau sudah pakai Trusted Advisor, berarti tidak perlu Well-Architected review."

Atau sebaliknya:

"Kalau sudah jawab pertanyaan Well-Architected Tool, berarti semua konfigurasi AWS otomatis aman."

Keduanya punya fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.


Ringkasan singkat

ToolFokus utama
AWS Well-Architected ToolReview workload dan keputusan arsitektur berdasarkan best practices
AWS Trusted AdvisorMengecek environment AWS yang sudah berjalan dan memberi rekomendasi real-time

AWS Well-Architected Tool

AWS Well-Architected Tool adalah layanan di AWS Console yang membantu kamu melakukan review workload berdasarkan AWS Well-Architected Framework.

Tool ini membantu kamu:

  • mendokumentasikan keputusan arsitektur,
  • menjawab pertanyaan best practice,
  • menemukan risiko arsitektur,
  • mendapat rekomendasi improvement,
  • membuat action plan.

Contoh pertanyaan:

  • Bagaimana kamu mengelola identity dan permission?
  • Bagaimana workload kamu pulih dari kegagalan?
  • Bagaimana kamu memonitor kesehatan workload?
  • Bagaimana kamu memilih resource berdasarkan kebutuhan performa?
  • Bagaimana kamu mengontrol biaya?

Pertanyaan seperti ini tidak selalu bisa dijawab otomatis oleh mesin karena membutuhkan konteks bisnis dan desain.


AWS Trusted Advisor

AWS Trusted Advisor memeriksa konfigurasi dan resource di akun AWS.

Trusted Advisor melihat kondisi nyata environment kamu, lalu memberi rekomendasi.

Contoh rekomendasi:

  • root account belum memakai MFA,
  • security group membuka port 22 ke 0.0.0.0/0,
  • EBS volume belum punya snapshot,
  • EC2 instance underutilized,
  • penggunaan service quota sudah mendekati limit.

Trusted Advisor sangat berguna setelah resource sudah dibuat.


Perbedaan utama

AspekAWS Well-Architected ToolAWS Trusted Advisor
Jenis reviewManual-guided review berdasarkan pertanyaanAutomated checks terhadap environment
FokusKeputusan arsitektur dan best practicesKonfigurasi resource dan rekomendasi operasional
OutputRisk, improvement plan, milestoneStatus green/yellow/red, affected resources, recommended action
Cocok dipakai saatDesign, pre-launch, review berkalaOperasi harian, setelah resource berjalan
Butuh konteks manusia?YaLebih otomatis
Contoh hasil"Workload belum punya DR strategy""Volume EBS tidak memiliki snapshot"

Analogi sederhana

Bayangkan kamu punya mobil.

AWS Well-Architected Tool seperti konsultasi desain kendaraan:

  • Apakah mobil ini cocok untuk perjalanan jauh?
  • Apakah desainnya aman?
  • Apakah konsumsi bahan bakarnya masuk akal?
  • Apakah mudah dirawat?

AWS Trusted Advisor seperti dashboard dan mekanik yang memeriksa kondisi mobil:

  • tekanan ban kurang,
  • oli harus diganti,
  • mesin terlalu panas,
  • lampu rem mati.

Keduanya penting.


Kapan menggunakan AWS Well-Architected Tool?

Gunakan saat:

  • merancang aplikasi baru,
  • melakukan review sebelum launch,
  • mengevaluasi workload penting,
  • ingin menemukan risiko arsitektur,
  • ingin membuat action plan improvement,
  • ingin menyelaraskan desain dengan enam pilar Well-Architected.

Contoh:

Sebelum toko online diluncurkan, tim melakukan review:

  • apakah database punya backup,
  • apakah traffic bisa scale,
  • apakah payment system aman,
  • apakah monitoring sudah ada,
  • apakah biaya sudah diperkirakan.

Kapan menggunakan AWS Trusted Advisor?

Gunakan saat:

  • resource sudah berjalan di AWS,
  • ingin memeriksa konfigurasi bermasalah,
  • ingin menemukan pemborosan biaya,
  • ingin mengetahui service quota yang mendekati limit,
  • ingin mendapat rekomendasi security dan fault tolerance.

Contoh:

Setelah aplikasi berjalan, Trusted Advisor menemukan:

  • root MFA belum aktif,
  • EBS volume belum disnapshot,
  • security group terlalu terbuka,
  • ada EC2 idle yang membuang biaya.

Cara menggabungkan keduanya

Workflow yang bagus:

  1. Desain arsitektur awal.
  2. Review dengan AWS Well-Architected Framework.
  3. Dokumentasikan workload di AWS Well-Architected Tool.
  4. Bangun resource di AWS.
  5. Gunakan AWS Trusted Advisor untuk memeriksa environment.
  6. Perbaiki rekomendasi merah dan kuning.
  7. Lakukan review berkala.

Contoh skenario

Skenario 1: Tim belum membangun aplikasi

Gunakan:

  • AWS Well-Architected Framework.
  • AWS Well-Architected Tool.

Karena resource belum ada, Trusted Advisor belum punya banyak hal untuk dicek.

Skenario 2: Aplikasi sudah berjalan 6 bulan

Gunakan:

  • Trusted Advisor untuk cek konfigurasi live.
  • Well-Architected Tool untuk review desain menyeluruh.

Skenario 3: Ada security incident

Gunakan:

  • Trusted Advisor untuk menemukan konfigurasi berisiko.
  • CloudTrail, GuardDuty, Security Hub untuk investigasi lebih dalam.
  • Well-Architected review setelah insiden untuk memperbaiki desain jangka panjang.

Kesimpulan

AWS Well-Architected Tool dan AWS Trusted Advisor bukan saingan.

Mereka menjawab pertanyaan yang berbeda:

  • Well-Architected Tool: "Apakah desain workload ini mengikuti best practices?"
  • Trusted Advisor: "Apakah environment AWS saat ini punya masalah yang terdeteksi?"

Untuk belajar Module 9, pahami keduanya sebagai alat bantu cloud architect:

  • satu untuk review arsitektur,
  • satu untuk rekomendasi real-time berdasarkan resource yang berjalan.
Di halaman ini
  • 1Ringkasan singkat
  • 2AWS Well-Architected Tool
  • 3AWS Trusted Advisor
  • 4Perbedaan utama
  • 5Analogi sederhana
  • 6Kapan menggunakan AWS Well-Architected Tool?
  • 7Kapan menggunakan AWS Trusted Advisor?
  • 8Cara menggabungkan keduanya
  • 9Contoh skenario
  • 9.1Skenario 1: Tim belum membangun aplikasi
  • 9.2Skenario 2: Aplikasi sudah berjalan 6 bulan
  • 9.3Skenario 3: Ada security incident
  • 10Kesimpulan