Lewati ke konten
Behind The Cloud
BelajarSeriQuizLeaderboard
Behind The Cloud

Pahami bagaimana sistem cloud benar-benar dibangun.

Belajar
  • Belajar
  • Seri
Legal
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Layanan
© 2026 Behind The Cloud.
BerandaBelajarInterpretasi Rekomendasi AWS Trusted Advisor: 5 Contoh dari Module 9
Cloud Architecture

Interpretasi Rekomendasi AWS Trusted Advisor: 5 Contoh dari Module 9

Latihan membaca rekomendasi AWS Trusted Advisor: MFA root account, IAM password policy, security groups unrestricted access, EBS snapshots, dan S3 bucket logging.

PenulisJoshua Christopher GunawanJhouska
Terbit11 Juni 2026

Dalam Module 9, kita tidak hanya belajar definisi AWS Trusted Advisor. Kita juga diminta untuk menginterpretasikan rekomendasi.

Artinya, kamu harus bisa membaca:

  • apa masalahnya,
  • kenapa masalah itu penting,
  • resource mana yang terdampak,
  • seberapa serius statusnya,
  • dan tindakan apa yang harus dilakukan.

Cara membaca rekomendasi Trusted Advisor

Gunakan urutan ini:

  1. Category — rekomendasi ini masuk Cost, Security, Performance, Fault Tolerance, atau Service Limits?
  2. Check name — nama pemeriksaan yang gagal atau perlu investigasi.
  3. Status — hijau, kuning, atau merah.
  4. Affected resource — resource mana yang terdampak.
  5. Reason — kenapa resource dianggap bermasalah.
  6. Recommended action — langkah perbaikan.
  7. Priority — mana yang harus diperbaiki dulu.

Recommendation #1: MFA on Root Account

Masalah

Root account belum menggunakan Multi-Factor Authentication atau MFA.

Root account adalah akun dengan akses penuh ke seluruh AWS account. Karena itu, root account harus dilindungi sekuat mungkin.

Kenapa berbahaya?

Jika password root bocor dan MFA tidak aktif, penyerang bisa mengambil alih akun AWS.

Dampaknya bisa berupa:

  • resource dihapus,
  • data bocor,
  • tagihan membengkak,
  • akses IAM dimodifikasi,
  • akun terkunci dari pemilik asli.

Alert criteria

MFA tidak aktif di root account.

Recommended action

Aktifkan MFA untuk root account.

Langkah umum:

  1. Login sebagai root user.
  2. Buka security credentials.
  3. Pilih MFA.
  4. Tambahkan virtual/hardware MFA device.
  5. Simpan recovery code atau prosedur akses darurat dengan aman.

Prioritas

Sangat tinggi. Ini harus diperbaiki segera.


Recommendation #2: IAM Password Policy

Masalah

Password policy untuk IAM user belum aktif atau belum cukup kuat.

Kenapa berbahaya?

Password yang lemah lebih mudah ditebak atau di-crack.

Contoh password lemah:

TEXT
password123
admin123
companyname2026

Alert criteria

Peringatan muncul jika:

  • tidak ada password policy, atau
  • password policy tidak mengaktifkan requirement penting.

Recommended action

Aktifkan dan perkuat IAM password policy.

Contoh requirement:

  • minimum 12 karakter,
  • wajib huruf besar,
  • wajib huruf kecil,
  • wajib angka,
  • wajib simbol,
  • password expiration jika sesuai kebijakan organisasi,
  • cegah reuse password lama.

Prioritas

Tinggi, terutama jika masih memakai IAM user berbasis password.


Recommendation #3: Security Groups — Unrestricted Access

Masalah

Security Group mengizinkan akses terlalu luas.

Contoh:

TEXT
Protocol: TCP
Port: 22
Source: 0.0.0.0/0

Artinya, siapa pun di internet bisa mencoba mengakses port SSH.

Kenapa berbahaya?

Port sensitif yang terbuka ke internet meningkatkan risiko:

  • brute force attack,
  • unauthorized login,
  • exploitation,
  • denial-of-service,
  • lateral movement jika instance berhasil ditembus.

Alert criteria

Security Group memiliki source IP /0 untuk port selain port yang memang umum dibuka seperti 80 atau 443.

Recommended action

Batasi akses hanya ke IP yang membutuhkan.

Contoh:

TEXT
Sebelum:
0.0.0.0/0

Sesudah:
203.0.113.10/32

Atau gunakan pendekatan yang lebih aman:

  • AWS Systems Manager Session Manager untuk akses instance,
  • VPN atau bastion host terbatas,
  • security group khusus admin,
  • private subnet untuk resource internal.

Prioritas

Sangat tinggi jika port sensitif seperti 22, 3389, 3306, 5432, atau 6379 terbuka ke internet.


Recommendation #4: Amazon EBS Snapshots

Masalah

EBS volume tidak memiliki snapshot atau snapshot terakhir terlalu lama.

Kenapa berbahaya?

Jika volume rusak, terhapus, atau datanya corrupt, kamu mungkin tidak punya titik pemulihan.

Alert criteria

StatusKondisi
YellowSnapshot terakhir berumur 7–30 hari
RedSnapshot terakhir lebih dari 30 hari
RedVolume tidak punya snapshot

Recommended action

Buat snapshot secara berkala.

Contoh strategi:

  • snapshot harian untuk volume kritis,
  • snapshot mingguan untuk volume non-kritis,
  • lifecycle policy untuk menghapus snapshot lama,
  • gunakan AWS Backup untuk pengelolaan terpusat.

Prioritas

Tinggi jika volume menyimpan data penting.


Recommendation #5: Amazon S3 Bucket Logging

Masalah

S3 bucket belum mengaktifkan server access logging.

Kenapa penting?

Logging membantu kamu mengetahui:

  • siapa mengakses bucket,
  • kapan request dilakukan,
  • object apa yang diminta,
  • pola penggunaan bucket,
  • data pendukung saat audit atau investigasi keamanan.

Alert criteria

Peringatan muncul jika:

  • bucket tidak mengaktifkan server access logging,
  • atau permission target bucket tidak memungkinkan status logging diperiksa.

Recommended action

Aktifkan server access logging untuk bucket yang penting.

Perhatikan:

  • gunakan target bucket khusus untuk log,
  • jangan menyimpan log ke bucket yang sama tanpa pertimbangan matang,
  • atur lifecycle policy untuk mengelola biaya log,
  • lindungi log agar tidak mudah dihapus atau dimodifikasi.

Prioritas

Sedang sampai tinggi, tergantung sensitivitas bucket.


Cara menentukan prioritas perbaikan

Jika semua rekomendasi muncul bersamaan, urutkan seperti ini:

  1. Risiko security kritis.
  2. Risiko kehilangan data.
  3. Risiko downtime/fault tolerance.
  4. Risiko service quota.
  5. Risiko biaya dan optimasi performa.

Contoh prioritas:

PrioritasRekomendasiAlasan
1MFA on Root AccountMelindungi akun utama
2Security Groups unrestrictedMencegah akses publik berbahaya
3EBS SnapshotsMelindungi data penting
4S3 Bucket LoggingMendukung audit dan investigasi
5Service LimitsMencegah kegagalan scaling

Latihan

Baca hasil berikut:

CheckStatusResourceReason
MFA on Root AccountRedAWS AccountMFA not enabled
Security Groups UnrestrictedRedsg-123TCP 22 open to 0.0.0.0/0
EBS SnapshotsYellowvol-456Snapshot 14 days old
S3 Bucket LoggingYellowassets-bucketLogging disabled

Jawab:

  1. Masalah mana yang harus diperbaiki paling dulu?
  2. Apa tindakan untuk Security Group?
  3. Apakah EBS snapshot harus langsung dibuat?
  4. Kenapa S3 bucket logging penting?

Jawaban contoh:

  1. MFA root dan Security Group unrestricted.
  2. Batasi source IP, gunakan /32, VPN, atau Session Manager.
  3. Ya, terutama jika volume menyimpan data penting. Status yellow artinya perlu investigasi.
  4. Logging membantu audit akses dan investigasi security event.

Kesimpulan

Trusted Advisor bukan hanya dashboard warna-warni. Tool ini membantu kita menemukan risiko nyata di AWS environment.

Saat membaca rekomendasi, jangan berhenti di status warna. Pahami:

  • apa masalahnya,
  • kenapa penting,
  • resource mana yang terdampak,
  • dan tindakan apa yang harus dilakukan.

Dengan begitu, kamu tidak hanya tahu teori, tapi juga bisa berpikir seperti cloud architect yang sedang memperbaiki environment nyata.

Di halaman ini
  • 1Cara membaca rekomendasi Trusted Advisor
  • 2Recommendation #1: MFA on Root Account
  • 2.1Masalah
  • 2.2Kenapa berbahaya?
  • 2.3Alert criteria
  • 2.4Recommended action
  • 2.5Prioritas
  • 3Recommendation #2: IAM Password Policy
  • 3.1Masalah
  • 3.2Kenapa berbahaya?
  • 3.3Alert criteria
  • 3.4Recommended action
  • 3.5Prioritas
  • 4Recommendation #3: Security Groups — Unrestricted Access
  • 4.1Masalah
  • 4.2Kenapa berbahaya?
  • 4.3Alert criteria
  • 4.4Recommended action
  • 4.5Prioritas
  • 5Recommendation #4: Amazon EBS Snapshots
  • 5.1Masalah
  • 5.2Kenapa berbahaya?
  • 5.3Alert criteria
  • 5.4Recommended action
  • 5.5Prioritas
  • 6Recommendation #5: Amazon S3 Bucket Logging
  • 6.1Masalah
  • 6.2Kenapa penting?
  • 6.3Alert criteria
  • 6.4Recommended action
  • 6.5Prioritas
  • 6.6Cara menentukan prioritas perbaikan
  • 6.7Latihan
  • 6.8Kesimpulan